Berita Maluku, Ambon – Peringati Hari
Buru Sedunia tahun 2023, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI)
dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang tergabung dalam
Majelis Pekerja Buruh Indonesia Provinsi Maluku gelar kegiatan Sosial.
Ketua Korwil KSBSI provinsi
Maluku Kelson Haurissa saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan
mengatakan peringatan hari Buru Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei,
KSBSI bersama dengan KSPSI Maluku mengadakan dua kegiatan yakni giat sosial
dalam bentuk pembagian Sembako dan diskusi bersama.
Mengusung tema Solidaritas dan
Kemanusiaan pada peringatan Mey Day tahun 2023 ini, pihaknya menyampaikan lima
tuntutan dan salah satunya adalah, Mendesak Pemerintah mencabut UU nomor 6
tahun 2023 karena dinilai merugikan pekerja dan buru di Indonesia.
Dijelasaknnya sejak disahkannya
UU nomor 6 tahun 2023, upah Buru menjadi dipersempit, dimana sebelumnya Buru
mendapatkan upah sektoral dan subsektoral namun saat ini telah dihapus dan
pekerja Buru hanya mendapatkan Upah berdasarkan Upah minimum kabupaten/kota
atau provinsi.
Selian itu juga perusahan dapat
melakukan outsourcing bagi setiap pekerja termasuk perusahan diberikan
kewenangan melakukan PHK bagi para pekerja setiap saat, Oleh karena itu KSBSI
dan KSPSI Maluku mendorong pemerintah untuk mencabut UU nomor 6 tahun 2023
karena sangat merugikan pekerja.
Sementara itu Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena
yang juga turut hadir pada kegiatan terebut dalam sambutannya menyampaikan
bahwa banyak hal yang telah dilakukan pemerintah kota Ambon dalam memenuhi hak buruh
di kota Ambon.
Ia mencontohkan Pemerintah kota
Ambon dalam beberapa tahun terakhir ini menjamin 40.000 pekerja rentan dengan
jaminan sosial ketenagakerjaan lewat APBD dengan total anggaran sebesar sepuluh
miliar rupiah untuk menjangkau pekerja penyapu jalan, tukang becak, tukang
ojek, termasuk mereka yang di PHK akibat Covid-19.
Kusus untuk Peringatan hari Buru Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2023, di kota Ambon KSBSI bersama dengan KSPSI Maluku mengadakan dua kegiatan yakni giat sosial dan diskusi dan kusus untuk giat sosial dilakukan pembagian sembako sebanyak empat ratus paket yang diberikan kepada pekerja yang diPHK akibat dampak COVID pada tahun kemarin.cta*
0 Comments