Poskesdes Lohia Sapalewa Tak Lagi Berfungsi, Warga Kesulitan Akses Layan...


Pelayanan kesehatan dasar di Desa Lohia Sapalewa, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, kini memprihatinkan. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tingkat pertama, dilaporkan sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Kondisi ini terjadi karena tidak adanya tenaga kesehatan yang bertugas dan menetap di desa tersebut. Akibatnya, masyarakat kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, maupun kuratif dasar yang seharusnya tersedia setiap hari di tingkat desa.

Poskesdes pada dasarnya berperan penting sebagai fasilitas kesehatan terdekat bagi warga desa. Selain memberikan pelayanan kesehatan dasar, Poskesdes juga menjadi pusat kewaspadaan dini terhadap masalah kesehatan masyarakat serta wadah koordinasi Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), sebelum pasien dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.

Namun, realitas di Lohia Sapalewa justru berbanding terbalik dengan fungsi tersebut. Poskesdes yang telah berdiri sejak lama itu kini terbengkalai dan tidak lagi dapat digunakan untuk melayani warga yang sakit maupun membutuhkan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.

Dari pantauan di lapangan, kondisi bangunan Poskesdes juga mengalami kerusakan cukup parah. Hampir seluruh ruangan dilaporkan rusak, sementara plafon bangunan sudah lapuk dan dimakan rayap. Keadaan ini membuat gedung tersebut tidak lagi layak digunakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Desa Lohia Sapalewa, Thomas Soriale, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.

“Sudah cukup lama Poskesdes ini tidak berfungsi karena tidak ada tenaga kesehatan yang tinggal dan bertugas di sini. Padahal masyarakat sangat bergantung pada pelayanan kesehatan dasar di desa,” ujar Thomas.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan pelayanan kesehatan di desanya.

“Kalau ada warga yang sakit, apalagi dalam kondisi darurat, kami sangat kesulitan. Jarak ke fasilitas kesehatan terdekat cukup jauh dan akses jalannya juga tidak mudah. Ini sangat berisiko, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan orang tua,” tambahnya.

Pemerintah desa pun berharap adanya perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat serta Bupati, mengingat Desa Lohia Sapalewa termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang berada di kawasan pegunungan Taniwel.

“Kami mohon perhatian dari pemerintah kabupaten. Warga di sini juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak seperti desa-desa lain,” tegas Thomas.

Hingga kini, warga Desa Lohia Sapalewa terpaksa menempuh perjalanan jauh ke luar desa untuk mendapatkan pengobatan, sebuah kondisi yang dinilai berisiko tinggi terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.*ct*

Post a Comment

0 Comments