Dapur MBG di Lohia Dibangun, Warga Siap Dukung Program Makan Bergizi unt...


Pembangunan dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Lohia, Sapalewa, Kabupaten Seram Bagian Barat, mulai direalisasikan. Fasilitas ini dipersiapkan sebagai pusat pengolahan makanan bergizi bagi siswa-siswi tingkat SD dan SMP di wilayah tersebut.

Kepala Desa Lohia Thomas Soriale, menyampaikan bahwa kehadiran dapur MBG menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya orang tua siswa.

“Kami menyambut baik pembangunan dapur MBG ini karena sangat membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah di desa kami. Ini program yang sangat dinantikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa juga siap membantu dari sisi pengawasan dan dukungan masyarakat.

“Kami akan pastikan masyarakat ikut menjaga fasilitas ini karena manfaatnya langsung dirasakan anak-anak kami,” tambahnya.

Bangunan dapur yang sementara dikerjakan itu disebut telah mengikuti standar teknis yang ditetapkan pemerintah pusat. Kehadiran dapur MBG ini diharapkan dapat menunjang kelancaran pelaksanaan program nasional penyediaan makanan bergizi bagi pelajar.

Seorang pekerja di lokasi pembangunan mengatakan proses pengerjaan dilakukan dengan memperhatikan kualitas bangunan.

“Kami berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai tahapan, supaya dapur ini benar-benar siap digunakan saat program mulai berjalan,” katanya.

Menurutnya, material yang digunakan juga disesuaikan dengan standar dapur pengolahan makanan.

“Karena ini untuk anak-anak sekolah, kebersihan dan keamanan bangunan jadi perhatian utama,” jelasnya.

Dari hasil pemantauan di lokasi, sejumlah ruang dapur mulai ditata dan dalam tahap penyelesaian awal. Pekerjaan dilakukan secara bertahap agar seluruh fasilitas pendukung dapat berfungsi optimal saat program mulai berjalan.

Pemerintah desa bersama pihak terkait berkomitmen memastikan distribusi makanan nantinya berjalan tertib dan tepat sasaran.

“Kami akan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah agar penyaluran makanan bisa tepat waktu dan sesuai jumlah siswa,” ungkap salah satu perangkat desa.

Sementara itu, Regina Manakane kepala sekolah SMP negeri 9 Tanuseku di wilayah Sapalewa menyatakan pihak sekolah siap mendukung program tersebut.

“Program ini sangat membantu karena tidak semua siswa sempat sarapan sebelum berangkat sekolah. Dengan adanya makanan bergizi, kami berharap konsentrasi belajar mereka juga meningkat,” ujarnya.

Meski demikian, terdapat tantangan yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait akses jalan menuju wilayah pegunungan di Desa Lohia Sapalewa. Kondisi jalan yang belum memadai menyulitkan kendaraan pengangkut bahan makanan untuk menjangkau lokasi tertentu.

Seorang warga setempat berharap pemerintah daerah juga memperhatikan infrastruktur penunjang.

“Kalau jalan diperbaiki, distribusi bahan makanan pasti lebih lancar. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah,” harapnya.

Warga lainnya menilai program MBG juga bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat desa.

“Kalau bahan pangan bisa dibeli dari petani lokal, tentu ini sangat membantu ekonomi warga,” kata seorang ibu rumah tangga di Lohia.

Masyarakat menilai, selain mendukung gizi siswa, program MBG juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan warga dalam penyediaan bahan pangan. Mereka pun menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut ke depan.*ct*

Post a Comment

0 Comments