Ambon,
Maluku – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kembali meluncurkan
Sekolah Lansia BKL Elim di Dusun Seri, Negeri Urimesing, Kecamatan Nusaniwe,
Kota Ambon, tahun 2026.
Tingkatkan
Kualitas Hidup Lansia
Wali Kota
Ambon, Bodewin Wattimena, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari
program pemerintah pusat melalui BKKBN yang bertujuan meningkatkan kualitas
hidup para lanjut usia, baik dari aspek kesehatan, sosial, maupun kemandirian.
“Kehadiran
sekolah lansia bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wadah
pembelajaran sepanjang hayat bagi para lansia agar tetap aktif, produktif, dan
berdaya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia
menegaskan, Pemerintah Kota Ambon akan terus berupaya membentuk sekolah lansia
di setiap desa dan kelurahan sebagai bentuk komitmen pelayanan inklusif bagi
seluruh kelompok umur.
Baru Tiga
Sekolah Lansia Terbentuk
Menurutnya,
hingga saat ini baru terbentuk tiga sekolah lansia, yakni di Negeri Hutumury,
OSM, dan Seri. Ke depan, pemerintah akan melakukan evaluasi serta penguatan
program agar pelaksanaannya semakin optimal.
“Pemerintah
tetap berkomitmen memberikan perhatian kepada lansia yang memiliki banyak jasa
dan pengalaman, serta memastikan mereka tetap berpartisipasi dalam pembangunan
daerah,” kata Bodewin.
DPPKB Sebut
Lansia Harus Tangguh
Sementara
itu, Kepala DPPKB Kota Ambon, J.W. Patty, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia di
Dusun Seri merupakan yang ketiga dengan pendanaan dari Pemerintah Kota Ambon.
“Program ini
bertujuan menciptakan lansia yang sehat, produktif, dan tangguh, seiring
tingginya angka harapan hidup di Kota Ambon,” jelasnya.
Berdasarkan
data, jumlah lansia di wilayah tersebut sebanyak 68 orang, namun yang memenuhi
syarat mengikuti sekolah lansia sebanyak 30 orang.
Kurikulum
Berbasis 7 Dimensi
Patty
menyebutkan, kurikulum sekolah lansia mengintegrasikan tujuh dimensi lansia
tangguh, yaitu spiritual, fisik, mental, intelektual, sosial, emosional, dan
vokasional.
“Pendekatan
ini diharapkan mampu membuat lansia tetap mandiri dan tidak bergantung
sepenuhnya pada keluarga,” ujarnya.
Ia
menambahkan, para peserta juga aktif membentuk komunitas seperti kelompok
senam, kegiatan ibadah, hingga pertemuan rutin.
Gunakan
Gedung Gereja sebagai Tempat Belajar
Untuk tahun
2026, penjajakan pembentukan sekolah lansia di Dusun Seri telah dimulai sejak
Maret. Kegiatan belajar mengajar memanfaatkan gedung serbaguna milik gereja
setempat.
Setiap
angkatan diikuti sekitar 30 peserta dengan sejumlah persyaratan, seperti
berusia 60 tahun ke atas, sehat, masih produktif, serta mendapat dukungan
keluarga.
Dihadiri
Wali Kota dan Tim PKK
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua Tim PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, serta Kepala DPPKB Kota Ambon J.W. Patty. ct*
0 Comments