Dobo, Kepulauan Aru  – Wakil Bupati Kepulauan Aru, Mohamad Djumpa, memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah 2026 yang digelar di lapangan Kantor Bupati Kepulauan Aru, pukul 08.00 WIT.

Upacara tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelaksanaan otonomi daerah.

Otonomi Daerah untuk Pemerataan Pembangunan

Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri yang dibacakan, ditegaskan bahwa peringatan Hari Otda merupakan refleksi atas peran strategis otonomi daerah.

“Otonomi daerah adalah instrumen penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Tahun ini, peringatan Hari Otda mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.”

Tema tersebut menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal, dengan tetap memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Tema ini menegaskan pentingnya kemandirian daerah sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat,” isi sambutan.

Soroti Tantangan Sinkronisasi dan Birokrasi

Dalam sambutan itu juga disoroti sejumlah tantangan dalam pelaksanaan otonomi daerah, salah satunya belum optimalnya sinkronisasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah.

Hal ini dinilai kerap memicu tumpang tindih program dan menurunkan efektivitas pembangunan.

Selain itu, reformasi birokrasi berbasis hasil (outcome) dan digitalisasi pemerintahan juga dinilai perlu diperkuat.

“Pelayanan publik harus lebih efektif, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Kemandirian Fiskal dan Kolaborasi Jadi Kunci

Pemerintah pusat juga menyoroti pentingnya kemandirian fiskal daerah. Banyak daerah dinilai masih bergantung pada transfer pusat sehingga ruang fiskal menjadi terbatas.

Di sisi lain, kolaborasi antar daerah dianggap penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan lintas wilayah seperti lingkungan, transportasi, dan pengelolaan sampah.

Fokus Layanan Dasar dan Ketahanan Daerah

Pemerintah daerah diminta untuk fokus pada pemenuhan layanan dasar serta pengurangan ketimpangan, terutama di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil.

Stabilitas daerah serta ketahanan terhadap krisis ekonomi, pangan, dan bencana juga menjadi prioritas di tengah dinamika global saat ini.

Langkah Strategis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Sejumlah langkah strategis yang ditekankan antara lain penguatan ketahanan pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan kewirausahaan.

Selain itu, reformasi birokrasi dan penegakan hukum juga menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Imbauan Peringatan Sederhana dan Efisien

Di akhir sambutan, seluruh pemerintah daerah diimbau untuk menyelenggarakan peringatan Hari Otda secara sederhana dan efisien.

“Peringatan Hari Otda agar tidak bersifat seremonial, tetapi lebih mengutamakan penggunaan anggaran yang berdampak langsung bagi pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. ct*