PLN UIW MMU dan DPD RI Perkuat Sistem Kelistrikan di Maluku dan Maluku Utara

 


Ambon, Maluku – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Energi sekaligus memperkuat sinergi pengembangan ketenagalistrikan di wilayah kepulauan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk membahas berbagai tantangan dan peluang dalam penyediaan listrik yang merata dan berkelanjutan di Maluku dan Maluku Utara.

General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan layanan listrik yang andal hingga ke daerah terpencil. Ia menyampaikan bahwa PLN terus berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Kami berkomitmen menghadirkan listrik yang andal dan merata hingga ke wilayah kepulauan, sekaligus mendorong pengembangan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Noer.

Ia menjelaskan bahwa capaian rasio elektrifikasi di Maluku saat ini telah mencapai angka yang cukup tinggi. “Rasio elektrifikasi di Maluku saat ini telah mencapai 98 persen. Ini menjadi bukti komitmen PLN dalam menghadirkan listrik hingga ke pelosok,” jelasnya.

Untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses, PLN juga menjalankan berbagai program inovatif. Salah satunya adalah program Super Sun yang ditujukan bagi daerah terpencil.

“Program Super Sun kami hadirkan untuk menjangkau daerah terpencil dan mendukung elektrifikasi di wilayah 3T, termasuk untuk sekolah rakyat,” tambahnya.

Selain fokus pada pemerataan listrik, PLN juga terus mengembangkan potensi energi baru terbarukan (EBT) di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

“Kami terus mengembangkan potensi energi baru terbarukan, seperti tenaga surya di Pulau Seram serta panas bumi di Jailolo, Maluku Utara,” ungkap Noer.

Di sisi lain, PLN juga melakukan optimalisasi penggunaan energi berbasis gas guna meningkatkan efisiensi operasional. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Kami berkoordinasi dengan PLN Pusat dan PLN Energi Primer Indonesia untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi gas, sehingga dapat menekan biaya pokok penyediaan listrik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, PLN turut memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan. Kondisi geografis yang tersebar menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pembangunan infrastruktur listrik.

“Karakteristik wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri yang terus kami respons melalui penguatan sistem, inovasi layanan, serta pengembangan skema kelistrikan yang adaptif,” kata Noer.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan pembangkit berbasis bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi solusi dalam menjaga keandalan listrik di beberapa wilayah.

“Penggunaan pembangkit berbasis BBM saat ini masih menjadi solusi untuk menjaga keandalan sistem, khususnya pada wilayah yang belum terjangkau infrastruktur energi alternatif,” ujarnya.

Meski demikian, PLN tetap berkomitmen untuk melakukan transisi menuju energi yang lebih efisien dan berkelanjutan secara bertahap.

“Kami terus melakukan penyesuaian menuju pemanfaatan energi yang lebih efisien sebagai bagian dari komitmen jangka panjang,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara PLN dan DPD RI ini, diharapkan pengembangan sistem ketenagalistrikan di Maluku dan Maluku Utara dapat semakin optimal serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. ct*

 


Post a Comment

0 Comments