Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Bethania, Klasis Kota
Ambon, menggelar Sidang Jemaat ke-43 pada Minggu (26/01) di Gedung Gereja
Bethania, Jalan Ahmad Yani.
Persidangan ini diawali dengan kebaktian Minggu dipimpin
oleh Pendeta Dr. Janes Parihala dan diharapkan menjadi momentum transformasi
dalam pelayanan gereja selama satu tahun ke depan.
Dalam khotbahnya, Pdt. Dr. Janes Parihala menekankan
pentingnya membangun relasi yang harmonis dengan Tuhan, sesama, diri sendiri,
dan lingkungan di tengah keberagaman yang semakin kompleks. Mengutip filsuf
Epictetus, ia menekankan pentingnya perspektif yang tepat dalam menghadapi
tantangan hidup.
Acara pembukaan persidangan dilakukan oleh Anggota Majelis Pekerja
Klasis Kota Ambon, Pendeta Lou Mustamu, bersama Ketua Majelis Jemaat Bethania,
Pendeta Fanny Lailossa, Ketua Panitia Pieter Saimima dan Lurah Ahusen, Ivan
Tahapary, yang mewakili Camat Sirimau.
Dalam sambutannya, Pdt. Lou Mustamu menyampaikan bahwa
persidangan ini harus dimanfaatkan untuk merumuskan pelayanan yang lebih baik
pada tahun 2025, dengan fokus pada pembinaan keluarga.
Ia mengungkapkan keprihatinan terhadap dampak transformasi
digital yang mengikis kebiasaan keluarga Kristen, seperti hilangnya kehangatan
komunikasi dan tradisi makan bersama.
Mustamu juga mengingatkan para pelayan gereja untuk
memanfaatkan media sosial secara bijak untuk tujuan positif.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat,
seperti tingginya angka kemiskinan, ancaman resesi ekonomi, dan dampak
transformasi digital terhadap moral.
Mustamu berharap Sidang Jemaat ke-43 ini menjadi momen untuk
menyusun strategi pelayanan gereja yang selaras dengan kebutuhan umat dan
kebijakan pemerintah.
Dalam evaluasi kinerja tahun pelayanan 2024, Jemaat GPM Bethania mendapatkan apresiasi atas pencapaiannya yang di atas rata-rata, dengan hasil monitoring menunjukkan capaian lebih dari 100 persen, termasuk surplus keuangan.
Ketua Majelis Jemaat Bethania, Pdt. Fanny Lailossa,
menekankan pentingnya program-program yang dirancang dalam persidangan ini
untuk relevan dengan kebutuhan jemaat serta mendukung program pemerintah Kota
Ambon. Ia berharap keputusan-keputusan persidangan membawa dampak nyata bagi
jemaat dan masyarakat.
Fanny juga menambahkan bahwa pembinaan umat, pemberdayaan
ekonomi jemaat, serta penguatan potensi unggulan harus menjadi fokus pelayanan.
Dengan terpilihnya pelayan khusus periode 2025-2030, ia berharap semua pelayan melaksanakan tugasnya dengan tanggung jawab untuk membangun persekutuan yang saling menguatkan.
Sidang Jemaat ke-43 ini juga menjadi ajang persiapan bagi
Jemaat Bethania sebagai tuan rumah Sidang Klasis ke-49 yang akan berlangsung
pada 23 Februari mendatang. Fanny menegaskan kesiapan jemaat untuk menyukseskan
acara tersebut sebagai wujud pelayanan gerejawi tingkat klasis.
Ketua Sidang Jemaat ke-43 sekaligus Sidang Klasis ke-49,
Piet Mustamu, menyampaikan bahwa sidang tahun ini diikuti oleh 200 peserta,
yang terdiri dari 97 peserta biasa dan 63 peserta luar biasa.
Dengan semangat kebersamaan, sidang ini diharapkan menjadi pijakan strategis untuk pelayanan yang berdampak positif bagi jemaat dan masyarakat.cta*
0 Comments