Ambon,
Maluku – Kepolisian Daerah Maluku menggelar Apel Gelar Sabuk Kamtibmas dan
Potensi Masyarakat sebagai bentuk penguatan sinergi antara aparat keamanan dan
warga dalam menjaga stabilitas daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di
Lapangan Tahapary, Ambon, pada Rabu (15/4/2026).
Apel ini
dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku, Dadang Hartanto, dan dihadiri oleh unsur
adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari wilayah hukum Polresta
Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.
Dalam
keterangannya, Kapolda Maluku Dadang Hartanto menyampaikan bahwa kegiatan ini
bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kebersamaan dalam menjaga keamanan. Ia
menegaskan, “Apel ini menjadi wujud nyata penguatan sinergi antara kepolisian
dan masyarakat dalam merawat situasi Maluku yang aman, damai, dan kondusif.”
Ia juga
menekankan bahwa kehadiran para raja, tokoh adat, dan berbagai elemen
masyarakat menunjukkan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan tidak hanya berada
di tangan aparat. “Keamanan wilayah tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi
juga lahir dari kesadaran kolektif masyarakat,” ujarnya.
Dalam apel
tersebut, masyarakat turut menyampaikan enam poin komitmen bersama sebagai
bentuk kesepakatan menjaga stabilitas sosial. Salah satu poin utama adalah
menjaga persatuan dengan menolak berbagai bentuk provokasi.
“Poin
pertama menekankan pentingnya menjaga persatuan dengan menolak provokasi,
ujaran kebencian, dan segala tindakan yang berpotensi memicu konflik sosial,”
kata Kapolda.
Selain itu,
masyarakat juga sepakat untuk menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur
musyawarah dan dialog yang bijaksana. “Setiap permasalahan hendaknya
diselesaikan melalui musyawarah dan dialog, bukan dengan cara-cara yang dapat
memperkeruh suasana,” lanjutnya.
Komitmen
lainnya adalah menjaga ketertiban lingkungan dengan saling menghormati
perbedaan yang ada di tengah masyarakat Maluku yang majemuk. Warga juga diimbau
agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami
mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang
belum tentu benar atau hoaks,” tegas Kapolda.
Lebih
lanjut, masyarakat juga menyatakan dukungan penuh terhadap aparat keamanan
dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib. Mereka berkomitmen untuk terus
berperan aktif dalam menjaga kerukunan antarwarga.
“Peran aktif
masyarakat sangat penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis di
Maluku,” tambahnya.
Kapolda
Maluku juga menegaskan bahwa penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat
(kamtibmas) harus dibangun melalui kolaborasi semua pihak.
“Penguatan
kamtibmas di Maluku dibangun di atas kolaborasi seluruh elemen, mulai dari
aparat, pemerintah, tokoh adat, hingga masyarakat akar rumput,” ujarnya.
Menurutnya,
dalam dinamika wilayah kepulauan yang majemuk seperti Maluku, soliditas antar
elemen menjadi fondasi utama dalam mencegah potensi konflik sosial.
“Soliditas
ini menjadi fondasi penting untuk mencegah gesekan sosial sekaligus menjaga
ruang damai tetap terawat,” pungkas Kapolda.
Dengan adanya apel dan komitmen bersama ini, diharapkan situasi keamanan di Maluku tetap terjaga serta masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran bersama dalam menciptakan kedamaian. ct*
0 Comments