PT PLN (Persero) menjamin keandalan pasokan listrik di sistem Ambon dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepastian tersebut disampaikan dalam kegiatan kunjungan media ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Ambon Peaker di Waai, Kabupaten Maluku Tengah.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), M. Syaiful Ali, mengatakan kegiatan kunjungan media ini merupakan agenda rutin PLN untuk menyampaikan informasi terkini sekaligus mempererat hubungan dengan insan pers.
“Kegiatan media visit ini rutin kami lakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus memperkuat sinergi antara PLN dan media dalam menyampaikan informasi yang positif dan edukatif kepada masyarakat,” ujar Syaiful.
Ia menegaskan, peran media sangat penting dalam membantu PLN menyebarluaskan informasi terkait kesiapan pasokan listrik, khususnya menjelang momen-momen penting seperti Natal dan Tahun Baru.
“Melalui kunjungan langsung ke pembangkit, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat bahwa sistem kelistrikan Ambon dalam kondisi siap dan andal selama masa siaga Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Sementara itu, Supervisor PLTMG Ambon Peaker, Iwa Dwi Yahya, menjelaskan pembangkit tersebut memiliki total daya terpasang sebesar 39,12 megawatt (MW) yang berasal dari empat unit mesin, masing-masing berkapasitas sekitar 9,78 MW.
“Saat ini PLTMG Ambon Peaker beroperasi pada kisaran 30 MW untuk menopang sistem kelistrikan Ambon. Kami juga masih memiliki cadangan daya sekitar 9,3 MW untuk mengantisipasi peningkatan beban selama Natal dan Tahun Baru,” jelas Iwa.
Menurutnya, beban puncak sistem kelistrikan Ambon berada pada kisaran 64 hingga 66 MW yang disuplai dari berbagai pembangkit, termasuk PLTMG Ambon Peaker, pembangkit lainnya, serta barge power atau BNPP.
“Kontribusi PLTMG Ambon Peaker mencapai sekitar 40 persen dari total pasokan listrik di sistem Ambon, sehingga perannya cukup strategis dalam menjaga keandalan listrik,” tambahnya.
Dalam operasionalnya, PLTMG Ambon Peaker didukung oleh 47 personel yang terdiri dari operator, teknisi, staf administrasi, dan petugas keamanan. Pembangkit beroperasi selama 24 jam dengan sistem kerja empat shift.
“Keunggulan kami adalah waktu start yang cepat. Dalam kondisi darurat, mesin bisa masuk ke sistem hanya dalam waktu lima hingga enam menit,” ujar Iwa.
PLN juga memastikan kesiapan pembangkit melalui pelaksanaan pemeliharaan besar atau overhaul yang telah dilakukan pada November 2025. Selain itu, pasokan bahan bakar, baik gas maupun solar, dipastikan aman dan mencukupi selama masa siaga.
Dari aspek keselamatan dan lingkungan, PLN mencatat tidak ada kecelakaan kerja di PLTMG Ambon Peaker selama lima tahun terakhir. Pengelolaan limbah cair, limbah padat, serta limbah B3 dilakukan sesuai ketentuan dan berada di bawah pengawasan instansi terkait.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, PLN optimistis pasokan listrik di wilayah Ambon dan sekitarnya akan tetap andal selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tanpa gangguan maupun kedip listrik.*ct*
0 Comments