Masohi,
Maluku Tengah – Gedung empat lantai Kantor DPRD Maluku Tengah yang dibangun
dengan anggaran Rp38 miliar kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, bangunan
yang berlokasi di Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Namaelo, Kota Masohi itu
dilaporkan mengalami kebocoran di sejumlah titik serta kerusakan fasilitas lift
yang hingga kini belum berfungsi.
Kondisi
tersebut dinilai memprihatinkan, mengingat gedung ini tergolong baru dan
menelan anggaran besar. Kebocoran bahkan ditemukan hampir di seluruh lantai,
mulai dari lantai satu hingga lantai empat, yang menyebabkan plafon rusak
hingga ambruk.
Berdasarkan
pantauan pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 15.47 WIT, kebocoran di lantai
satu memiliki diameter hampir satu meter. Air terlihat merembes dari plafon
yang rusak tepat di depan ruang Fraksi PDIP DPRD Maluku Tengah. Selain itu,
muncul bau tak sedap yang diduga berasal dari pipa pembuangan di balik plafon.
“Air terus
merembes dari atas dan plafon sudah mulai terlepas dari rangka baja,” ujar
salah satu sumber di lokasi.
Kebocoran Parah Hingga Lantai Empat
Kondisi
serupa juga ditemukan di lantai empat. Kebocoran plafon bahkan mencapai
diameter hampir dua meter dan berada di samping ruang rapat Komisi IV DPRD
Maluku Tengah. Dari bagian atas gedung, terlihat atap menganga dengan titik
kebocoran cukup besar yang memperparah kondisi bangunan.
Tak hanya
kebocoran, fasilitas lift di gedung tersebut juga tidak dapat digunakan. Lift
diketahui hanya beroperasi kurang dari satu bulan sebelum akhirnya mengalami
kerusakan dan hingga kini belum diperbaiki.
Baru Difungsikan, Sudah Bermasalah
Gedung DPRD
Maluku Tengah dibangun pada periode 2020 hingga 2022 dengan anggaran sebesar
Rp38 miliar. Namun setelah rampung, gedung tersebut tidak langsung digunakan
dan sempat dibiarkan kosong selama hampir dua tahun.
Gedung baru
mulai ditempati pada Agustus 2025 oleh anggota DPRD Maluku Tengah. Meski telah
difungsikan, sebagian besar ruangan masih belum dilengkapi dengan perabot kantor
yang memadai.
Salah satu
staf perencanaan Sekretariat DPRD Maluku Tengah, Gomal, mengungkapkan pihaknya
telah melakukan perbaikan ringan pada beberapa titik kebocoran.
“Kami sudah
berupaya melakukan perbaikan sementara pada plafon yang bocor,” jelasnya.
Menurutnya,
lamanya gedung tidak digunakan diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan
fasilitas, termasuk lift yang kini tidak berfungsi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas pembangunan gedung tersebut, serta perlunya evaluasi menyeluruh agar kerusakan tidak semakin parah dan mengganggu aktivitas pemerintahan. ct*
0 Comments