Kobi, Maluku
Tengah – Gejolak
BBM di Seram Kobi memicu aksi protes warga yang berujung pada pemblokiran Jalan
Trans Seram. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan terhadap pemerintah
agar segera menghadirkan BBM subsidi di wilayah tersebut.
Kenaikan
harga Dexlite yang sebelumnya berada di kisaran Rp14.000 per liter menjadi
Rp24.150 per liter menjadi pemicu utama keresahan masyarakat. Selama kurang
lebih tiga tahun terakhir, warga di Seram Utara Timur Kobi mengaku bergantung
pada Dexlite karena tidak tersedianya BBM subsidi seperti solar dan pertalite.
Warga Blokade Jalan Trans Seram
Sebagai
bentuk protes, warga melakukan aksi demonstrasi dengan memblokade Jalan Trans
Seram yang menghubungkan Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian
Timur.
Dalam aksi
tersebut, massa menutup akses jalan menggunakan lebih dari tiga unit dump truck
yang diparkir melintang di badan jalan. Akibatnya, jalur utama penghubung
antarwilayah itu tidak dapat dilalui kendaraan.
Berdasarkan
video yang beredar, para demonstran juga membentangkan spanduk berisi tuntutan,
di antaranya bertuliskan “Kami Butuh Keadilan Adakan Subsidi Minyak” dan
“Adakan Subsidi BBM di Timur Kobi”.
Tuntutan BBM Subsidi di Seram Kobi
Koordinator
aksi, Syafi’i Boeng, menegaskan bahwa masyarakat tidak mempermasalahkan
kenaikan harga BBM secara umum. Namun, warga menuntut adanya keadilan dalam
distribusi energi, khususnya ketersediaan BBM subsidi di wilayah mereka.
Menurutnya,
ketergantungan pada Dexlite yang tidak bersubsidi membuat beban ekonomi
masyarakat semakin berat, terutama bagi nelayan, petani, dan pelaku usaha
kecil.
Selain itu,
massa juga meminta pihak berwenang untuk menertibkan dugaan penyalahgunaan BBM
subsidi oleh oknum tertentu yang dinilai memperparah kelangkaan.
Desak Pemerintah dan Pertamina Bertindak
Dalam aksi
tersebut, warga turut mendesak evaluasi terhadap kinerja Pertamina Patra Niaga
wilayah Maluku-Maluku Utara.
Massa juga
meminta perhatian langsung dari pemerintah pusat, termasuk Presiden dan Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral, untuk turun langsung melihat kondisi di Seram
Utara Timur Kobi.
Warga
berharap adanya solusi konkret terkait distribusi BBM subsidi agar kebutuhan
energi masyarakat dapat terpenuhi secara adil.
Aksi Ancam Berlanjut 1x24 Jam
Hingga saat
ini, aksi blokade Jalan Trans Seram masih berlangsung. Massa aksi menegaskan
akan terus menutup akses jalan selama 1x24 jam apabila tidak ada respons nyata
dari pihak terkait.
Gejolak BBM
di Seram Kobi ini menjadi sorotan karena mencerminkan persoalan distribusi
energi di wilayah timur Indonesia yang belum merata. ct*
0 Comments