Pemuda Ambon Serukan Penolakan Separatis RMS, Tegaskan NKRI Harga Mati


Ambon, Maluku – Menjelang peringatan 25 April yang kerap dikaitkan dengan aktivitas kelompok separatis Republik Maluku Selatan (RMS), semangat nasionalisme masyarakat di Kota Ambon, khususnya Kecamatan Nusaniwe, semakin menguat.

Sejumlah pemuda dari berbagai wilayah di Nusaniwe menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk kegiatan separatis. Aksi tersebut terlihat saat mereka berkumpul di kawasan Bukit Paralayang Ambon, salah satu ikon wisata kota.

Pemuda Nusaniwe Tegaskan Penolakan RMS

Dalam pernyataan sikap, para pemuda menegaskan penolakan terhadap gerakan RMS. Secara tegas masyarakat dan Pemuda Kecamatan Nusaniwe menolak serta mengutuk keras kegiatan separatis di Kota Ambon dan sekitarnya serta memastikan NKRI harga mati.

Seruan Perkuat Nasionalisme Generasi Muda

Ketua Pemuda Dusun Airlouw, Josef Jack Bernard, yang ditemui di lokasi pada Kamis (23/4/2026), mengatakan semangat kebangsaan harus terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda.

Ia juga menegaskan dukungan terhadap pemerintah Republik Indonesia dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu membangun bangsa.

Pemuda: Persatuan Kunci Stabilitas Daerah

Pernyataan serupa disampaikan pemuda Batu Gantung Ganemong melalui perwakilannya, Thomas Samuel Istia. Ia menilai NKRI memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari kegiatan yang berpotensi memecah belah demi menjaga stabilitas dan kesejahteraan bersama.

Dukungan Meluas dari Berbagai Wilayah

Dukungan juga datang dari pemuda Kudamati, termasuk kawasan Lorong Kamar Mayat, yang turut menyuarakan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

Rangkaian pernyataan tersebut mencerminkan kuatnya semangat nasionalisme masyarakat Maluku, khususnya di Kota Ambon, dalam menjaga persatuan serta menolak segala bentuk separatisme. ct*


Post a Comment

0 Comments