Dobo,
Kepulauan Aru – Rumah Sastra Arafura (RSA) bersama Tim Penggerak PKK dan Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Aru Tengah menggelar promosi produk
pangan lokal di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, pada 17–18 April 2026.
Kegiatan
yang diinisiasi RSA bersama komunitas Patriot tersebut berlangsung di
Sekretariat RSA, Jalan Ali Moertopo, Dobo, dengan menampilkan berbagai produk
unggulan desa sebagai upaya memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.
Ketua RSA,
Silvester Heatubun, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari
konsep sebelumnya yang pernah dilaksanakan pada 2024.
"Kegiatan
ini merupakan pengembangan dari program sebelumnya, namun kali ini kami fokus
pada promosi produk lokal, bukan penggalangan dana," ujarnya.
Ia
mengatakan, sebelumnya tim Patriot telah turun langsung ke desa-desa untuk
mengumpulkan berbagai produk UMKM yang dikelola oleh PKK dan BUMDes.
"Kami
menghimpun langsung produk dari desa-desa, kemudian membawanya ke Dobo agar
dikenal lebih luas oleh masyarakat," jelasnya.
Sejumlah
produk yang dipromosikan antara lain tepung sagu dari Desa Algadang dan terasi
udang dari Desa Namara.
Menurutnya, produk-produk
tersebut memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk nasional, namun masih
terkendala dalam hal pemasaran.
"Produk
lokal kita sebenarnya sangat berkualitas, hanya saja masih lemah dalam promosi
dan distribusi," ungkapnya.
Ia berharap
kegiatan ini dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk lebih serius
mendukung pengembangan UMKM berbasis desa.
"Kami
berharap ada dukungan nyata dari pemerintah, terutama dalam hal pemasaran dan
akses distribusi," tambahnya.
Sementara
itu, Kepala Desa Gulili, Said Patikaloba, mengapresiasi inisiatif yang
dilakukan oleh RSA dan Patriot.
"Kegiatan
ini sangat membantu desa dalam memperkenalkan produk unggulan ke pasar yang
lebih luas," ujarnya.
Namun
demikian, ia menilai perlu adanya dukungan lebih konkret dari pemerintah
daerah, terutama dalam mendorong daya beli masyarakat terhadap produk lokal.
"Kami
berharap pemerintah juga mendorong masyarakat untuk lebih mencintai dan membeli
produk lokal," katanya.
Patikaloba
menambahkan, dari Desa Gulili sendiri terdapat berbagai produk unggulan seperti
abon ikan tuna dan aneka kue berbahan lokal.
"Untuk
kegiatan ini, kami mempromosikan abon ikan tuna sebagai produk unggulan
desa," jelasnya.
Ia juga
berharap adanya dukungan fasilitas dari pemerintah, seperti penyediaan tempat
produksi yang terpusat.
"Kami
membutuhkan fasilitas produksi yang memadai agar pengolahan produk bisa lebih
maksimal dan terorganisir," tutupnya.
Selain
produk pangan, kegiatan ini juga menampilkan berbagai kerajinan tangan khas
desa, seperti topi tikar dan anyaman tempat tisu dari Desa Lorang, yang menjadi
daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Kegiatan promosi ini turut didukung oleh sejumlah pihak, di antaranya Rumah Sastra Arafura, komunitas Patriot, SAPA Aru, dan IBK Aru, sebagai bentuk kolaborasi dalam mendorong pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal. ct*
0 Comments