Proyek yang dikerjakan PT Nindya Karya dengan
nilai sekitar Rp250 miliar melalui APBN Tahun Anggaran 2025/2026 tersebut masih
menunjukkan aktivitas pekerjaan di sejumlah bagian kompleks sekolah.
Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja masih
melakukan pekerjaan konstruksi dan finishing pada beberapa bangunan. Beberapa
fasilitas telah berdiri, namun pengerjaannya belum sepenuhnya selesai.
Pekerjaan yang masih terlihat berlangsung
antara lain pada gedung serbaguna, asrama putri serta bagian plafon pada
sejumlah bangunan.
Sekolah Rakyat Terintegrasi di Holo dirancang
sebagai kompleks pendidikan terpadu yang mencakup gedung SD, SMP dan SMA, ruang
guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, asrama putra dan putri serta fasilitas
olahraga.
Dengan terlewatnya target penyelesaian Juli
2026, waktu penyelesaian proyek tersebut kini menjadi perhatian. Informasi yang
diperoleh dari masyarakat sekitar menyebutkan pekerjaan diperkirakan masih
berlangsung hingga akhir Agustus 2026.
Jika pekerjaan berlangsung hingga periode tersebut,
penyelesaian proyek dipastikan melewati target awal yang telah ditetapkan.
Sekolah Rakyat tersebut diproyeksikan menjadi
fasilitas pendidikan terpadu yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar
bagi peserta didik di Maluku Tengah. Karena itu, masyarakat berharap seluruh
pekerjaan dapat diselesaikan sesuai spesifikasi teknis, standar kualitas dan
ketentuan waktu yang ditetapkan dalam proyek.
Masyarakat juga meminta adanya kejelasan
mengenai progres pembangunan, penyebab target penyelesaian terlewati serta
kepastian waktu seluruh fasilitas dapat difungsikan.
Selain penyelesaian pekerjaan fisik, kelayakan
dan keselamatan seluruh bangunan juga menjadi perhatian sebelum kompleks
tersebut digunakan oleh siswa maupun tenaga pendidik.
Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi
kepada pihak terkait mengenai progres pekerjaan, penyebab keterlambatan dan
target penyelesaian terbaru masih dilakukan.

0 Comments